Ringkasan Kelas Taddabur Malam Ini
Islam Itu Jamaah: 6 Hak Sesama Muslim yang Sering Dilupakan
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ ٤
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.”
(QS. As-Saff: 4)
Artinya, Allah mencintai kebersamaan dan kekompakan. Bukan individualis. Islam mengajarkan kita untuk berjamaah, bersatu, dan saling menguatkan, sebagaimana bangunan yang kokoh karena saling menopang.
Bahkan Allah mengumpulkan kita di satu titik ibadah — di Ka’bah — untuk bersama, bukan sendirian.
Dalam kehidupan sehari-hari pun, Allah meletakkan hak-hak sesama Muslim yang harus dijaga dan ditunaikan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa hak Muslim atas Muslim lainnya ada enam:
1. Menjawab salam
Ucapkan dan jawab salam dengan ikhlas, di mana pun — kecuali di tempat yang tak layak seperti kamar mandi. Sayangnya, kita lebih terbiasa mengucap “selamat pagi” daripada “assalamu’alaikum”, padahal mengucap salam itu sunnah dan berpahala.
2. Memenuhi undangan
Jika seorang Muslim mengundangmu, penuhilah undangannya selama tidak mengandung maksiat.
3. Memberi nasihat ketika diminta
Jangan menahan ilmu atau masukan yang bisa membantu saudaramu.
4. Mendoakan setelah bersin
Jika dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah, jawablah dengan yarhamukallah.
5. Menjenguk ketika sakit
Allah akan berkata di akhirat, “Wahai anak Adam, Aku sakit, kenapa engkau tidak menjenguk-Ku?” Maka seseorang bertanya, “Bagaimana Engkau sakit, padahal Engkau Tuhan semesta alam?” Allah menjawab, “Hamba-Ku sakit, namun engkau tidak menjenguknya. Tidakkah engkau tahu, jika engkau menjenguknya, engkau akan mendapati-Ku di sisinya?”
6. Mengiringi jenazah
Jika saudaramu wafat, maka kewajibanmu adalah mengantar jenazahnya hingga dikuburkan. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir yang besar pahalanya.
Jika enam hak ini benar-benar dijalankan, maka setiap Muslim akan merasa terlindungi, terjaga, dan dicintai. Kita tidak akan merasa sendiri, karena Islam mengajarkan kita untuk saling merangkul, bukan membiarkan.
Namun, ketika ada permusuhan di antara kaum Muslimin, itu sangat bertentangan dengan nilai Islam. Islam tidak menyukai perpecahan. Justru, Allah mencintai masyarakat yang hidup dalam kebaikan dan kedamaian.
Karena itulah, bahkan dalam peperangan, Allah memerintahkan kita berbaris rapat dan bersatu, bukan tercerai-berai. Artinya, persatuan adalah fondasi utama umat ini — dalam damai maupun dalam perjuangan.